Catatan 3 : Kembara Al-Mubarak 1432

Ramadhan akhirnya dengan pilu, pergi meninggalkan kita semua.

Buat hamba yang tegar menantikan pertemuan dengan Tuhannya, pasti mereka teresak-esak meratapi dalam-dalam, mengenangkan bekal amal yang dibawa tersangat sedikit. Bimbang kalau-kalau ianya bukan memberi pulangan, sebaliknya menambah beban untuk dihumban dan diazab di neraka kelak.

Takut memikirkan amal yang lebih banyak mengundang 'ujub berbanding khusyuk. Makin tersayat tatkala mengenang amal yang diselaputi riya' bertimbunan jika dibandingkan yang benar-benar ikhlas.

Hakikatnya, Ramadhan kini sudah pergi. Hanya Allah jua yang akan menghitungnya.

Selepas ini, tiada lagi anugerah terindah untuk hamba-hambaNya yang mengejar taqwa. Ramadhan yang akan datang, tak siapa mampu menjamin ia akan bertandang lagi dan siapa yang berpeluang menemuinya kembali.

Jadi, usah letakkan diri kita menjadi hamba Ramadhan, tapi jadilah hamba Tuhan. Tiada guna menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan ketaatan beribadah dan melazimi al-Qur’an, tetapi kemudian kita bermalas-malasan, meninggalkan semua itu setelah berlalunya Ramadhan.

"Barangsiapa menyembah Ramadhan, maka Ramadhan telah mati. Namun barangsiapa yang menyembah Allah, maka Allah tetap hidup dan tidak akan pernah mati.”

Semoga Ramadhan ini terbaik sebagai momentum awal 'ubudiyyah kita untuk masa mendatang. Dan menangislah kalau Ramadhan kali ini tidak memberi apa-apa makna buat diri.

Selamat hari raya, maaf lahir dan batin.


1 ulasan:

security equipment berkata...

Hi, I have just visited your site and the info you have covered has been of great interest to me.