Catatan 2 : Kembara Al-Mubarak 1432

Bulan penuh kemuliaan dan rahmat kurniaan Ilahi kini menuju pengakhiran. Rezeki dipertemukan dengan anugerah tak terungkapkan ini jangan kita sia-siakan.

Zikir kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya kerna di situ timbulnya ketenangan. Tatapi dan tadabburlah al-Quran kerna di situlah sumber kekuatan akal dan ruhiyah.

Ramadhan adalah musim untuk membakar dosa-dosa kita yang silam, yang tak akan berulang untuk ditebus kembali, Ramadhan bahkan menjadi medan menyuluh hati dan mentarbiah nafsu. Justeru, hidupkan penghujung Ramadhan ini dengan amalan-amalan yang membuktikan kehambaan kita dengan seikhlas mungkin kepada Allah.

Sejukkan dasar hati dengan linangan air mata yang hakiki. Berheninglah di hadapan Allah, menyahut bisikan munajat dengan menyatakan, kita adalah hamba yang berdosa. kita adalah hamba yang selalu memungkiri janji-jani kita dengan Allah. Kita adalah hamba yang sering menjadi pendusta taubat.
Mohonlah kepada Allah, mohonlah sungguh-sungguh supaya dijauhi segala keangkuhan dan kebanggaan hidup keduniaan. beserta sahutan selawat dan salam kepada Ahbab al-Musthofa, sumber kecintaan bagi sekalian yang bertaqwa.

Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membekas dalam hati kita.

"Celakalah bagi mereka yang masuk ke madrasah Ramadhan tetapi keluar tanpa Allah ampunkan dosa-dosa mereka." - mafhum hadith