Keranda 152


Senjata disandang dijulang
Tekad kukuh tujuan murni
Bahasa usah dijual beli dangan mutiara
Atau tolak ansur walau segaris kapur
Kerana ia hak mutlak perairan ini

Bahasa Melayu di keranda
Dada mana yang tak sebak
Telinga mana yang rela mendengar
Mata siapa yang bisa kutup rapat
Sedang kita dilahirkan dengan iramanya

Apa guna janji pada gelombang
Kalau sikap kita cuma ulam
Bahasa di keranda bisa diusung ke lahad
Kelaku itu apa bisa kita ratap dan pinta
Darah yang mengalir berubah warnanya

p/s: Keranda 152 merupakan sajak bagi memperingati peristiwa Bahasa Melayu 'dikafankan' pada 3 Mac 1969. Terkini, mula menekuni signifikan perjuangan mendaulatkan bahasa.

1 ulasan:

Sharifah Amani berkata...

I'm feel STUPID when I speak malay..!!